Home / RW 11 Jogotrunan Lumajang Diverifikasi Tim KLHK, Bukti Nyata Kampung Iklim Kategori Utama

RW 11 Jogotrunan Lumajang Diverifikasi Tim KLHK, Bukti Nyata Kampung Iklim Kategori Utama

LUMAJANG – Lingkungan RW 011 Kelurahan Jogotrunan, Kecamatan Lumajang, menjadi sorotan nasional. Tim verifikasi Program Kampung Iklim atau ProKlim dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kunjungan langsung ke wilayah tersebut, Minggu (30/8/2026).

RW 11 Jogotrunan mewakili Kabupaten Lumajang untuk penilaian kategori Utama tahun 2026.

ProKlim merupakan program nasional KLHK untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dua pilar utamanya adalah memperkuat ketahanan warga terhadap cuaca ekstrem, banjir, dan kekeringan, serta menurunkan emisi gas rumah kaca melalui aksi ramah lingkungan.

Tim verifikasi KLHK yang didampingi Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dan DLH Kabupaten Lumajang, meninjau langsung kegiatan di RW 11. Mulai dari bank sampah, pengolahan kompos dan pupuk organik cair, penanaman pohon, hingga pembuatan lubang biopori.

“Kami kaget dengan sambutannya. Ini bukti nyata kepedulian warga,” ujar salah satu anggota tim verifikasi KLHK di lokasi.

Ketua RW 11 sekaligus Ketua ProKlim Kampung Bayam Brasil, Mokhamad Eko Santoso, menyebut verifikasi ini menjadi penyemangat warga untuk terus menjaga lingkungan.

Warga RW 11 telah menerapkan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle. Sampah organik diolah jadi kompos dan pupuk cair. Sampah anorganik didaur ulang menjadi kerajinan yang dijual dan menambah penghasilan.

“Yang penting warga bisa menerapkan 3R. Bahan bekas didaur ulang jadi kerajinan yang bisa menambah cuan,” kata Eko.

Kreativitas warga juga melahirkan sejumlah UMKM. Di setiap RT, warga memproduksi keripik bayam brasil, minuman herbal, dan produk olahan lain. Menurut Eko, ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan lingkungan.

Lurah Jogotrunan, Rustam, yang hadir mendampingi proses verifikasi, mengaku bangga. Ia menyebut seluruh RW di Jogotrunan memiliki keunikan, namun RW 11 dan satu RW lain masuk kategori Utama karena konsistensinya.

“Lingkungan RW di Jogotrunan semuanya istimewa dengan kreasi dan kreativitasnya. Semangat ketua RT dan ketua RW luar biasa,” ucap Rustam.

Ia berharap dua RW yang diverifikasi tahun ini bisa menjadi contoh dan mengedukasi RW lain di kelurahan. Apalagi persoalan sampah masih jadi pekerjaan rumah klasik di perkotaan.

Eko menambahkan, kegiatan ini sudah dirintis sejak 2019. Keberhasilannya disebutnya sebagai hasil kerja kolektif pengurus lingkungan, posyandu, bank sampah, kader, RT, tokoh masyarakat, dan warga.

“Kami serahkan hasil penilaian ke tim KLHK. Ada lomba atau tidak, kami akan terus berikhtiar memberi pelayanan terbaik dan meningkatkan ketahanan pangan,” tegasnya.

Aksi penyambutan dari ibu-ibu PKK dengan kostum dari bahan bekas menjadi penutup verifikasi. Yel-yel dan pertunjukan itu mendapat apresiasi dari tim KLHK dan warga yang hadir.

Jika lolos, RW 11 Jogotrunan berpeluang naik tingkat menjadi Kampung Iklim Lestari, menyusul Desa Kraton, Kecamatan Yosowilangun, yang sudah lebih dulu menyandang predikat tersebut. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Berita Terbaru


Kategori Berita