SIDOARJO โ Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di lingkungan RW 07 Desa Keboananom, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang digelar pada Sabtu (29/8/2026) malam berlangsung meriah dan berhasil menyedot antusiasme ratusan warga.
Kegiatan yang berlangsung di depan Balai Dusun Gambiranom tersebut dimulai pukul 19.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Diperkirakan hampir seluruh warga RW 07 hadir memadati lokasi acara dengan jumlah mencapai sekitar 500 orang.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia, Januar Ismanto, dilanjutkan Ketua RW 07 Wahyu Andi Ridwan, serta Kepala Desa Keboananom Sutiyono. Dalam sambutannya, para pemangku wilayah menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga yang telah mendukung seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan tahun ini.
Ketua Panitia, Januar Ismanto, mengaku bersyukur seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
“Persiapan dilakukan bersama-sama oleh panitia dan warga. Alhamdulillah malam ini bisa berjalan dengan baik dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu,” ujarnya.
Paduan Suara PKK Tampil Memukau
Usai pembukaan, suasana semakin semarak ketika kelompok paduan suara ibu-ibu PKK tampil di atas panggung. Penampilan mereka menjadi perhatian warga karena mengenakan busana yang merepresentasikan berbagai suku dan budaya di Indonesia.

Dengan penuh semangat, mereka membawakan lagu kebangsaan Indonesia Raya, yang diikuti dengan sikap hormat seluruh hadirin. Penampilan kemudian dilanjutkan dengan lagu-lagu daerah yang dibawakan sambil menari dengan koreografi yang apik dan penuh kekompakan.
Tepuk tangan penonton berkali-kali terdengar mengiringi penampilan yang menjadi simbol persatuan dalam keberagaman tersebut.
Tari Remo hingga Pentas Anak-anak
Rangkaian pertunjukan seni kemudian dibuka dengan Tari Remo, tarian tradisional khas Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai tarian penyambutan sekaligus pembuka dalam pertunjukan ludruk.
Setelah itu, panggung diisi berbagai penampilan tari dari anak-anak TK, SD, remaja, hingga ibu-ibu warga RW 07. Beragam kostum warna-warni dan gerakan yang penuh semangat membuat suasana semakin hidup.



Kehadiran para penampil dari berbagai kelompok usia menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya menjadi milik satu generasi, tetapi menjadi ajang kebersamaan seluruh warga.
Drama Perjuangan Karang Taruna Jadi Puncak Acara
Puncak kemeriahan malam itu hadir melalui pertunjukan drama kolosal yang dibawakan oleh pemuda-pemudi Karang Taruna RW 07.
Drama tersebut mengangkat kisah perjuangan bangsa Indonesia dalam membebaskan diri dari penjajahan Belanda. Dengan tata panggung sederhana namun penuh penghayatan, para pemain berhasil menggambarkan semangat perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa.
Pertunjukan tersebut menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan warga dan mendapat apresiasi meriah dari para penonton.
Kembang Api Meriahkan Suasana
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya pertunjukan kembang api yang beberapa kali menghiasi langit malam di atas lokasi acara.
Kilauan cahaya warna-warni yang mengiringi beberapa momen penting di atas panggung membuat suasana semakin semarak. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias menikmati setiap momen yang tersaji.
Dorong Kebersamaan dan Ekonomi Warga
Tidak hanya menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Di sekitar area acara, sejumlah warga membuka lapak dadakan yang menjual aneka jajanan, makanan ringan, dan minuman.
Salah satu pedagang, Sugiono, mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut karena turut memberikan tambahan penghasilan bagi warga.
“Alhamdulillah ramai sekali. Banyak warga yang membeli jajanan dan minuman. Acara seperti ini sangat bagus karena selain menghibur masyarakat, juga membantu pedagang kecil seperti kami,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat RW 07, Rivai, menilai peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi salah satu yang paling berkesan karena mampu melibatkan seluruh unsur masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh warga. Acara ini bukan hanya meriah, tetapi juga menunjukkan kekompakan masyarakat RW 07. Anak-anak, pemuda, ibu-ibu, hingga para orang tua semuanya terlibat. Inilah semangat gotong royong yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua RW 07, Wahyu Andi Ridwan. Menurutnya, keberhasilan acara merupakan hasil kerja bersama seluruh warga.
“Yang paling membanggakan bukan hanya ramainya acara, tetapi kebersamaan yang terjalin selama proses persiapan hingga pelaksanaan. Semoga semangat persatuan dan gotong royong ini terus tumbuh di lingkungan RW 07,” ungkapnya.
Puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 RW 07 Desa Keboananom akhirnya ditutup sekitar pukul 23.00 WIB dengan penuh kebahagiaan. Melalui berbagai pertunjukan seni, keterlibatan warga, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, perayaan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan masih hidup dan terus diwariskan dari generasi ke generasi.















