Home / Bidang kesaksian: Tim Gender Pemberdayaan Perempuan Paroki Sempusari-Jember menggelar Giat Sosialisasi dan Praktek pilah sampah rumah tangga

Bidang kesaksian: Tim Gender Pemberdayaan Perempuan Paroki Sempusari-Jember menggelar Giat Sosialisasi dan Praktek pilah sampah rumah tangga

Jember, GempurNews – minggu, 30/08/2026. Bidang kesaksian: Tim Gender Pemberdayaan Perempuan Gereja Katolik Hati Tersuci Santa Perawan Maria ( HTSPM) Paroki Sempusari – Jember, menggelar giat sosialisasi dan praktek pilah sampah rumah tangga, bertema “tangan bijak bumi lestari, bertempat di Aula theresia avila Gereja HTSPM, bersama narasumber Susiyatik, SP dan Rini Nur Intani (Forum Bank Sampah Kabupaten Jember).

Sungguh luar biasa antusiasme masyarakat, terbukti dari jumlah yang hadir 107 orang, yang sebelumnya diitentukan 70 orang, mulai dari remaja hingga lansia juga elemen dari lintas Agama ikut hadir.
Romo Emil, panggilan akrab Pastor RD. Emanuel Wahyu Widodo, sekilas dalam sambutannya mengajak kita semua untuk terus mempercantik Bumi yang kita pijak ini, lewat kegiatan sosialisasi dan pilah sampah pada hari ini berharap nantinya dapat dipraktekan di setiap rumah tangga masing-masing.

Ditempat yang sama dikatakan susiyatik, bahwa kondisi TPA dijember saat ini sangat mengkhawatirkan hingga terjadi penumpukkan sampah yang tinggi dan sangat rawan terhadap pencemaran lingkungan,
Padahal Pembuangan sampah tidak harus berakhir ditempat pembuangan akhir, namun bisa dimulai dari sampah rumah tangga yang bisa diolah menjadi produk kreasi dan bernilai ekonomi.

Memilah sampah, mana yang organik dan anorganik serta sampah residu dan LB3.
1- sampah Organik (mudah membusuk)= sisa makanan dan sampah dapur, seperti sisa nasi, sayur sisa, kulit buah, tulang ikan, kulit bawang.
Sampah halaman dan hewan (daun kering, rumput potong, bulu hewan, sisa pakan alami), kotoran hewan peliharaan (pengelolaannya khusus).
Sampah tersebut bisa digunakan sebagai pupuk, kompos, pakan magot, biogas serta Eco Enzyme.
Bahan organik lainnya adalah bubuk kayu, kerdus telur berbahan pulp, tisu bekas tanpa bahan kimia berat, kapas alami.
2- Sampah Anorganik daur ulang (bernilai ekonomi)= seperti botol pet air mineral, botol teh minuman ringan. kantong kresek dan plastik bening.
HDPE (botol sabun, shampo, detergen, jerigen). Plastik keras (ember, mainan, baskom, tutup botol).
Kertas dan karton (kerdus mie instan, kerdus paket), kertas campur (buku, Koran, Hvs, majalah).
Logam dan kaca, berbagai kaleng (susu, minuman, makanan), besi (paku, peralatan rusak, rak), alumunium (panci wajan, profil), tembaga (kabel dynamo), botol kaca.
E-Waste dan minyak jelantah seperti barang elektronik bekas ( charger, kabel, rice cooker, hp, kipas angin yang rusak), minyak goreng bekas (jelantah). Sampah ini bisa dijual menambah nilai ekonomi, bisa didaur ulang juga bisa untuk kreasi jadi pot, tas, tempat tissu dan lainnya.
3- Sampah Residu dan LB3 tidak dapat dijual (sulit terurai dan berbahaya)= sampah residu ini tidak dapat didaur ulang juga tidak dapat dijadikan kompos, seperti plastik multilayer, sterofom kotor, popok, pembalut, bungkus snack berlapis, tissu kotor, barang yang terkontaminasi atau sekali pakai, seperti masker medis, sarung tangan sekali pakai, putung rokok, keramik, serta pecahan kaca.
Limbah B3 rumah tangga= baterai jam, gadget, lampu neon, obat kadaluwarsa, (sirup, saleb), kemasan kimia (kaleng cat, pestisida, seresol/ semprotan nyamuk, parfum/pengharum), ini masuk dalam pembuangan akhir, tidak boleh ke TPA biasa, harus ke Drop Box LB3, DLH atau program jemput B3 dari pemerintah.
,” Nah, tugas kita bagaimana cara mengurangi sampah-sampah tersebut, caranya, ” beli yang isi ulang seperti sabun, minyak dan lainnya,
membawa tas sendiri waktu belanja ke warung, indomaret, atau belanja ke pasar. Tutup susiyatik diakhir pemaparannya. (Son)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Berita Terbaru


Kategori Berita