PRIGEN – Si jago merah masih bertengger di lereng Gunung Arjuno-Welirang. Hingga Selasa malam, 25 Agustus 2025 sekitar pukul 22.00 WIB, titik api di kawasan Blok Ogal Agil terpantau belum bisa dipadamkan.
Api yang semula muncul di area puncak kini merayap turun ke bagian lereng bawah. Hembusan angin kencang ditambah rimbunnya semak kering membuat bara cepat menjalar.
Upaya pemadaman sudah dilakukan sejak siang. BPBD Jawa Timur mengerahkan helikopter untuk water bombing. Tapi perjuangan utama justru ada di tanah.
Puluhan personel gabungan masih bertahan di lapangan. Mereka berasal dari Tahura Raden Soerjo, Perhutani, Masyarakat Peduli Api, serta tim BPBD dari Jatim, Kabupaten Pasuruan dan Kota Batu.
Tugas mereka berat: memotong jalur api, membuat sekat bakar, dan memadamkan titik-titik bara secara manual. Medan terjal dan udara dingin pegunungan jadi lawan tambahan bagi petugas yang sudah berjaga sejak pagi.
Rombongan tim baru juga datang menyusul lewat dua jalur, Sumber Brantas Kota Batu dan Tretes Kabupaten Pasuruan, untuk memperkuat barisan di atas.
Kabid Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem Dishut Jatim, Purnomo Probo Nugroho, yang memantau dari Posko Karhutla Kaliandra mengatakan ada sekitar 30 personel yang fokus pemadaman darat siang tadi.
Menurutnya vegetasi yang paling banyak terbakar adalah pohon cemara gunung. Selain itu alang-alang dan semak belukar juga ikut jadi santapan api.
Data Pusdalops BPBD Jatim mencatat, sampai Selasa 25 Agustus, luas area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di kawasan Arjuno-Welirang sudah mencapai 146,85 hektare.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus bekerja di atas gunung. Fokusnya melokalisir agar api tidak meluas lagi ke wilayah hutan lain.
Petugas mengimbau pendaki dan warga sekitar untuk sementara tidak mendekati lokasi, serta waspada potensi asap dan angin yang sewaktu-waktu berubah arah. (red)















